Responsive Ads Here

Dec 7, 2013

Multitester

 Multitester adalah alat pengukur listrik yang juga sering disebut sebagai VOM (Volt-Ohm Meter).Pada kehidupan sehari-hari multitester dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Volt meter), hambatan (Ohm meter) maupun arus (Ampere meter). Multitester ada 2 jenis yaitu multitester analog dan digital.

Multitester analog menggunakan peraga jarum moving coil dan besaran ukur berdasarkan arus (elektronis dan non elektronis). Sedangkan multitester digital menggunakan peraga bilangan digital dan besaran ukur berdasarkan tegangan yang dikonversi ke sinyal digital.
Spesifikasi Multitester
1. Batas Ukur dan Skala Tegangan searah  (DC&AC), arus (DC), dan resistensi 
2. Sensitivitas pengukuran tegangan
3. sensitivitas pengukuran tegangan dalam ΩΩ/V/V
4. ketelitian dalam %
5. jangkauan frekuensi tegangan bolak bolak-balik
6. yang mampu diukur (misalnya antara 20 Hz -30 KHz). 
7. Batere yang diperlukan
     Jenis-jenis Multitester  
  1. Multitester Analog
    Multitester analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multitester digital.

    Multitester analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Papan skala  
    2. Jarum penunjuk skala  
    3. Pengatur jarum skala 
    4. Knop pengatur nol ohm 
    5. Batas ukur ohm meter
    6. Batas ukur DC volt (dcv)
    7. Batas ukur AC volt (acv)
    8. Batas ukur ampere meter DC
    9. Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
    10.Test pin positif (+)
    11. Test pin negatif (-)

    2. Multitester Digital
    Multitester digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multitester analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital.
    Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.

No comments:

Post a Comment