Home » » Pergantian Kurikulum Diindonesia

Pergantian Kurikulum Diindonesia

Written By Rian Priyadi on 19 Mei 2013 | 02.59

Pendidkan di Indonesia saat ini gencar-gencarnya merombaak kurikulum yang digunakan. Mulai dari tahun 1947 sampai saat ini indonesia telah mengganti kurikulum pendidikan nya sebanyak 9 kali, adapun kurikulum pendidkan yang pernah di terpkan ke dalam sistem pendidikan indonesia yaitu :
  1. RENCANA PELAJARAN 1947
  2. RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952
  3. KURIKULUM 1968
  4. KURIKULUM 1975
  5. KURIKULUM 1984 - CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
  6. KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999
  7. KURIKULUM 2004 - KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
  8. KTSP 2006 - KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
  9. KURIKULUM 2013 (Saat ini masih dalam tahap perencanaan)
Apakah akan terus akan terjadi pergantian terus menerus kurikulum pendidikan di indonesia. kini kita tinjau dari proses belajar mengajar yang sedang berlangsung perubahn kurikulum ini sedikit menggangu, karena harus menyesuaikan diri dalam menerapkan kurikulum yang akn di pergunakan. bisa jadi timbul pertanyan Apakah Siswa yang sedang menempuh pelajaran di sekolah akan menjadi "Kelinci Percobaan" pemerintah untukl menemukan kurikulum yang tepat. jika ditinjau dari segi kualitas, mungkin pergantian kurikulum yang terus terjadi saat ini adalah upaya pemerintah yang sangat baik untuk memperbaiki sistem pendidikan di indonesia saat ini.
Perbedann yang mendasar dari Kurikulum 2013 adalah
Perbedaan mendasarnya adalah :
  1. Untuk SD, yang mulanya ada 10 mata pelajaran, di kurikulum 2013 hanya ada 6 mata pelajaran. Tapi ingat, turunnya jumlah mata pelajaran bukan berarti turun juga beban belajarnya, tidak! Karena jam belajar SD harus ditambah 4 jam pelajaran setiap minggunya.

  2. Untuk SD, IPA akan diintegrasikan dengan matematika dan bahasa Indonesia. Sedangkan IPS akan diintegrasikan dengan PKn dan Bahasa Indonesia.

  3. Untuk SMP jumlah mata pelajaran yang mulanya 12, di kurikulum 2013 akan menjadi 10 mata pelajaran.

  4. Untuk SMP, pelajaran TIK yang mulanya berdiri sendiri akan diintegrasikan ke semua pelajaran. Muatan lokal akan dimasukkan ke dalam seni budaya dan prakarya. Sedangkan pengembangan diri akan diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Dikdas Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan bahwa perubahan ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.
“Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja,” kata Ibrahim, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, belum lama ini seperti dilansir kompas.com.
Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut..
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Twesco Magazine
Copyright © 2013. RIAN PRIYADI - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger