Responsive Ads Here

Mar 28, 2013

Perkembangan Pribadi, karir, dan kehidupan Berkeluarga Remaja

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.
            Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya.
            Hurlock (1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah batasan tradisional, sedangkan alran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun.







B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah yang dapat diangkat antara lain sebagai berikut:
1.      Bagaimana Perkembangan Pribadi soeorang Remaja
2.      Bagaimana Perkembangan Karier soeorang Remaja
3.      Bagaimana Perkembangan Berkeluarga soeorang Remaja

C. Tujuan penulisan
Tujuan dari penuliasan makalah ini adalah, sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui Bagaimana perkembangan Remaja
2.      Untuk mengetahui Perkembangan Pribadi soeorang Remaja
3.      Untuk mengetahui Perkembangan Karier soeorang Remaja
4.      Untuk mengetahui Berkeluarga soeorang Remaja











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Perkembangan Pribadi soeorang Remaja
Kehidupan pribadi sebagai individu
Kehidupan pribadi sangat rumit dan kompleks sehingga sulit untuk dirumuskan. Sebagai makhluk individu, seseorang menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan diri secara pribadi, baik fisik maupun nonfisik. Dalam pertumbuhan fisiknya, manusia memerlukan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya. Kondisi;i fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seoseorang.
Kehidupan pribadi seorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki ciri khusus dan unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan aspek tersebut adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya, yang meliputi:
a.       Status sosial ekonomi,
b.       Filsafat hidup keluarga,
c.        Pola hidup keluarga.
Selain itu faktor lain yang berpengaruh yaitu faktor keturunan dan lingkungan yang sesuai dengan aliran nativisme, empirisme, dan konvergensi.
a.       Aliran nativisme menyatakan bahwa perkembangan seorang individu ditentukan oleh kemampuan dan sifat yang dibawa sejak dilahirkan
b.       Aliran empirisme menyatakan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh lingkungan tempat ia berkembang, jadi bisa dikatakan seorang individu akan berkembang sesuai dengan kehendak lingkungan.
c.        Aliran konvergensi menyatakan bahwa perkembangan seorang individu dipengaruhi oleh kemampuan dan sifat yang dibawa sejak lahir dan lingkungan tempat ia dibesarkan, dengan kata lain aliran ini merupakan penggabungan antara aliran nativisme dan aliran empirisme.
Masa remaja sangat dipengaruhi oleh kelompok sosialnya. Standard kelompok sosial dijadikan dasar konsep remaja mengenai kepribadian "ideal". Namun banyak kegagalan dalam mencapai kepribadian yang ideal.

Hal ini disebabkan  karena:
1)      Pola kepribadian yang sudah dibentuk sejak anak-anak yang sudah mulai stabil dan cenderung menetap. Perubahan yang terjadi dengan bertambahnya usia, lebih bersifat kuantitatif.
Remaja memperkuat sifat yang diinginkan dan memperlemah yang tidak diinginkan.
2)       Kondisi lingkungan yang mempengaruhi konsep diri (inti dari pola kepribadian) sering tidak terkendali.

Beberapa Kondisi yang mempengaruhi konsep diri remaja:

1)      Usia Kematangan
Remaja yang cepat matang, yang diperlakukan seperti orang hampir dewasa, maka akan mempunyai penyesuaian diri yang baik. Sebaliknya remaja yang lambat matang, yang diperlakukan seperti anak-anak, maka akan mempunyai penyesuaian diri yang kurang baik.
2)      Penampilan Diri
Penampilan diri menarik, akan mendapatkan penilaian yang baik juga dari lingkungan, sehingga membentuk konsep diri yang bagus dan menambah dukungan sosial Sebaliknyan penampilan diri yang berbeda akan mendapatkan penilaian yang kurang baik dari lingkungan yang mengakibatkan rasa rendah diri.
3)      Nama dan Julukan.
Remaja akan malu kalau teman sekelompoknya menilai namanya buruk atau mendapatkan julukan yang bernada cemoohan.
4)      Kepatutan Seks
Kepatutan seks dalam penampilan diri, minat, dan perilaku membantu remaja mencapai konsep diri yang baik. Ketidakpatutan seks membuat remaja sadar diri dan hal ini memberi akibat buruk pada perilakunya.
5)      Hubungan Keluarga
Seorang remaja yang mempunyai hubungan yang baik dengan salah satu anggota keluarga akan mengidentifikasikan diri dengan orang tersebut dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. Jika jenis kelaminnya sama, remaja akan tertolong untuk mengembangkan konsep diri yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
6)      Teman Sebaya
Konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan kelompok tentang dirinya. Mereka mengembangkan ciri kepribadian yang diakui kelompoknya.
7)      Kreativitas
Remaja yang semasa anak-anak didorong agar kreatif, akan mengembangkan perasaan individualitas dan identitas yang memberi pengaruh baik pada konsep dirinya. Sementara remaja yang di masa anak-anak didorong untuk mengikuti pola yang sudah diakui akan kurang mempunyai perasaan identitas dan individualitas.
8)      Cita-cita
Cita-cita yang realistis dan remaja yang berhasil akan menimbulkan kepercayaan diri dan kepuasaan sehingga terciptalah konsep diri yang baik. Sementara cita-cita yang tidak realistis dan remaja yang sering menemui kegagalan akan membuat remaja merasa tidak mampu dan selalu menyalahkan sebab kegagalan tersebut (diri dan lingkungan).

Usaha-usaha agar kepribadian remaja menjadi matang antara lain:

a)      Menentukan cita-cita yang realistik yang mungkin tercapai.
b)       Belajar menilai kelebihan dan kekurangan diri.
c)       Harus mempunyai konsep diri yang stabil.
d)      Harus bisa menghargai hal-hal yang telah dicapai dan memperbaiki kekurangan.


B.     Perkembangan Karier soeorang Remaja
A.Pengertian kehidupan pendidikan dan karier
            Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya , baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Kehidupan berkarier adalah pengalaman seseorang yang telah memasuki dunia kerja sedang menurut Garrison (1956) menyatakan bahwa setiap tahun jutaan pemuda dan pemudi memasuki dunia kerja yang mana peristiwa itu merupakan awal ia terjun ke dunia kerja dan penanda dimulainya kehidupan karier bagi mereka.

B.Karakteristik kehidupan pendidikan dan karier

            Pada saat memasuki usia remaja telah terbentuk cita-cita saat memasuki usia dewasa nanti sehingga pada masa remaja inilah tergambar minat mereka untuk memilih jenis pekerjaan yang mereka inginkan. Untuk mencapai hal itu remaja harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki , dan untuk mendapat pengetahuan dan keterampilan itu maka remaja harus mengikuti pendidikan yang merupakan persiapan baginya untuk memasuki dunia kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
            Pada masa SMP remaja sudah mulai diperkenalkan dengan system pendidikan yang memiliki banyak guru dan setiap guru memiliki karakteristik yang berbeda , hal ini menunjukkan kepada remaja bahwa mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang akan dihadapinya nanti. Sedang pada saat mereka memasuki tingkat SMA para remaja itu harus mampu berlatih menentukan pilihan dengan adanya penjurusan.
            Remaja sendiri memiliki tiga lingkungan pendidikan yang kompleks dan saling berkaitan satu sama lain , yaitu:

1.      lingkungan pendidikan keluarga

Yaitu pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang berlaku dimasyarakat. Pola pendidikan anak dalam setiap keluarga berbeda karena pandangan hidup masing-masing keluarga yang berbeda , yang mana ada yang berorientasi dengan kehidupan agama , social , maupun ekonomi dalam mendidik anaknya.

Dalam lingkungan keluarga , remaja adalah peserta didiknya dan orang tuanya adalah pendidik atau guru bagi mereka. Dalam lingkungan keluarga sendiri ada 3 pola pendidikan yaitu pola otoriter , demokratis , dan liberal yang mana yang paling baik adalah pola pendidikan demokratis yang oleh ki hajar dewantara dirumuskan dalam Ing ngarso sung tulodo , ing madya mangun karsa , dan tut wuri handayani.

2.      .Lingkungan pendidikan masyrakat
Yaitu lingkungan pendidikan yang ada dalam masyarakat dalam bentuk pendirian kelompok-kelompok atau paguyuban dan pendidikan kursus yang sengaja disediakan untuk anak dan remaja dalam mempersiapkan kehidupan mereka dikemudian hari. Pendidikan yang diselenggarakan masyarakat pada dasarnya berorientasi pada penyiapan remaja untuk memasuki dunia kerja. Selain itu pendidikan masyarakat juga menanamkan norma-norma masyarakat yang disetujui secara umum oleh masyarakat.

3.      Lingkungan sekolah
Yaitu lingkungan pendidikan yang artificial yang sengaja diciptakan untuk membina peserta didik ke arah tujuan yaitu menamkan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik sebagai bekal kehidupannya nanti. Dunia pendidikan , baik jalur sekolah maupun luar sekolah yang menyediakan berbagai jenis program yang diperkirakan relevan dengan jenis kebutuhan tenaga kerja yang ada pada masyarakat. Untuk menetapkan pilihan jenis pendidikan dan pekerjaan yang diidamkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor prestasi , prediksi masa depan yang menggambarkan minat dan bakatnya , faktor kehidupan yang dilihat dari lingkungan sekitarnya , dan kemampuan daya saing setiap individu







C. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karier
            Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karier adalah:
1.      faktor social ekonomi

Kondisi social ekonomi keluarga banyak menentukan perkembangan kehidupan pendidikan dan karier anak. Faktor ini menjuga pertimbangan anak dalam melanjutkan studinya karena berkaitan dengan keadaan ekonomi orang tua. Faktor ekonomi mencakup kemampuan ekonomi orang tua dan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat pada anak yang berkemampuan intelektual tinggi namun tidak dapat menikmati pendidikan karena benturan ekonomi dan juga berlaku sebaliknya.

2.      faktor lingkungan
yaitu pertama lingkungan masyarakat seperti : lingkungan masyarakat pertanian , perindustrian , perdagangan , atau lingkungan akademik dan lingkungan kurang terdidik. Lingkungan kedua adalah lingkungan rumah tangga dan sekolah karena lingkungan ini sangat mempengaruhi kehidupan remaja baik pendidikan maupun cita-citanya, dan juga menjadi sarana pembentukan karakter anak berdasarkan peraturan-peraturan yang diterapkan didalam lingkungan. Ketiga yaitu lingkungan teman sebaya , yang mana pergaulan teman sebaya mempengaruhi kehidupan masing-masing remaja , yang mana dengan adanya pengaruh itu remaja akan menjadi dirinya masing-masing sesuai dengan jenis kelaminnya.


3.      faktor pandangan hidup
pengejawantahan pandangan hidup tampak pada pendirian seseorang , terutama dalam menyatakan cita-cita hidupnya. Dalam pemilihan pendidikan sendiri , seorang remaja dipengaruhi latar belakangnya yaitu pada remaja dari keluarga kurang mampu akan berpikir untuk menjadi kaya dengan menempuh pendidikan yang cepat untuk mendapat kekayaan dengan menempuh pendidikan kedokteran , ekonomi , dan ahli teknik.

4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier Terhadap Tingkah laku dan Sikap

Pada beberapa keluarga memandang pendidikan kurang penting sebab mereka hanya melihat pendidikan dari jenjang pendidikan dasar yang mana mengajarkan ilmu-ilmu dasar yang memang belum dapat diaplikasikan untuk mendapat pekerjaan.
Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah sangat dipengaruhi oleh karakteristik guru yang mengajarnya. Guru yang baik di mata remaja bukan hanya tergantung pada keadaan guru tersebut melainkan pada banyak aspek yang mana yang paling utama adalah bagaimana guru itu ‘’menolong dan membantu’’ muridnya dengan member nilai yang tinggi. Hal ini sangat berbahaya bagi sekolah karena mengaburkan tugas guru yaitu membimbing dan menilai berdasrkan faktor objektif dan tidak hanya  mengandalakan emosionalnya.

5.      Perbedaan Individu Dalam Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier

            Pencapaian tingkat pendidikan seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecedasan atau IQ nya. IQ yang berbeda membuat tingkah laku setiap individu itu berbeda dan berpengaruh pada perkembangan kehidupan pendidikan dan kariernya.

6.      Upaya Pengembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier

            Dalam pengembangan kehidupan pendidikan dan karier , orang tua perlu memahami kemajuan pendidikan baik disekolah atau di luar sekolah. Hal ini amat tinggi nilainya , karena dengan norma dan ketentuan yang berlaku tidak terlalu jauh dari norma rumah , sekolah , dan masyarakat.
            Salah satu perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak adalah pada pola pikirnya. Pada orang dewasa pola pikirnya adalah bekerja dengan positif , sedang pada anak-anak pola pikirnya adalah bermain dan terus bermain. Usia remaja sendiri pola pikirnya terletak diantara keduanya yaitu seorang remaja sudah ingin melakukan pekerjaan , namun dalam pikiran mereka masih ingin bermain dan bersenang-senang.
            Proses pemilihan pekerjaan sendiri telah tampak pada keputusan remaja dalam memilih sekolah. Para remaja telah memiliki kemampuan untuk menarik kesimpulan walau dasar penarikan kesimpulannya belum jelas , terutama berkaitan dengan pemikiran terkait kehidupan mereka dimasa mendatang. Oleh karena itu para remaja masih memerlukan bimbingan dan pengarahan dari orang tua dan para guru mereka. Secara psikologis para remaja telah mampu memikul tanggung jawab dan hidup mandiri dalam bermasyarakat , tapi sebagian dari mereka belum mampu menghadapi pola kehidupan yang ada dalam masyarakat. Akibat dari hal itu remaja menjadi kabur dalam penentuan tujuan kehidupannya dan sering kali tidak memiliki pemikiran dan pendirian yang mantap sehingga sering terombang-ambing dan tidak mampu menyaring hal-hal yang ada dalam masyarakat.

a.       Perkembangan karier remaja 
Perkembangan karier remaja menurut Ginzbierg ada pada periode pilihan tentaif (11-17 thn) ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan yang akan dikerjakannya dimasa yang akan mendatang. Periode tentative itu terbagi dalam:

b.      Tahap minat (11-12 thn)
Remaja sudah mulai mempunyai rencana dan kemungkinan pilihan karier yang didasari oleh minat dan bakatnya. Anak belajar tentang apa yang dia suka dan anak melakukan secara tentative atas dasar faktor-faktor subjektif , belum secara objektif.

c.       Tahap kapasitas (12-14 thn)
Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadi sebagai pertimbangan dalam memilih rencana kariernya. Selain itu remaja pada tahap ini mulai mengidentikkan dirinya dengan tokoh idolanya.


d.      Tahap nilai (15-16 thn)
Remaja telah mulai menganggap penting peranan nilai pribadi dalam proses pemilihan karier. Dimana anak mulai tahu akan kemampuan dirinya sendiri , sadar akan gaya hidup , dan mulai menganggap waktu adalah hal yang sangat penting
e.       Tahap transisi (17-18 thn)
Pada tahap ini remaja bergerak dari pemikiran yang masih dipinggir ke pemikiran yang lebih sentral yaitu remaja tersebut mulai berpikir cepat , konkret , dan realistis terhadap pekerjaan yang akan ditekuninya.

Pada periode ini remaja telah memasuki tahap eksplorasi yaitu mencari beberapa alternative pekerjaan yang cocok , dan tahap kristalisasi yaitu telah memilih suatu karier. Tahap akhir dari perkembangan seseorang yaitu ia telah memiliki pekerjaan yang mantap dengan tugas dan posisi yang spesifik.

7.      Masalah yang akan dihadapi

Masalah dan hambatan yang dihadapi remaja berasal dari dalam dirinya sendiri , luar , lingkungan , dan gabungan dari faktor-faktor tersebut. Masalah yang datang dari dalam dirinya sendiri yaitu terjadi apabila minat yang ia miliki kurang sesuai dengan bakat yang dimilikinya dan faktor dari luar apabila keinginan seorang anak bertentangan dengan keinginan orang tuanya sehingga sering timbul konflik atau pertentangan dengan orang tuanya. Untuk menghadapi kesulitan-kesulitan remaja dapat diatasi dengan melakukan hal-hal seperti berikut:
1.      Pelajari diri sendiri , karena bakat seseorang akan dia sadari sendiri dimana bakatnya , kemampuan , serta kepribadian yang ia miliki
2.       Dibidang apa individu itu merasa paling nyaman
3.       rencana dan cita-cita secara formal
4.      Biasakan diri dengan pekerjaan yang diminati
5.      Tinjau dan bicarakan tinjauan rencana karier dengan orang lain
6.      Jika ternyata karier yang dipilih tidak cocok , hentikan



Dalam system pendidikan nasional Indonesia , remaja dapat dibantu dalam memilih kariernya melalui bimbingan karier pada tingkat SLTP dan SLTA yang meliputi:
a)      Pemahaman diri : bakat , minat , keterampilan dan ciri-ciri pribadi
b)      Pemahaman lingkungan : lingkungan pribadi , sekolah , dan pekerjaan
c)       mengatasi masalah dan hambatan dalam perencanaan dan pemilihan karier
d)      masa depan
e)       penyaluran , penempatan , pengaturan , dan penyesuaian

C.     Perkembangan Berkeluarga soeorang Remaja
Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan, dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah).
            Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli, antara lain:
a.       Keluarga tidak utuh (broken home by death, separation, divorce)
b.      Kesibukan orangtua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah
c.       Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk)
d.      Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak, dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis).
Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas, berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja, yaitu:
a.       Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu
b.      Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga
c.       Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek
d.      Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak
e.       Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak
f.       Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak
g.      Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain
h.      Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten, kontrol yang tidak cukup
i.        Kurang stimuli kongnitif atau sosial
j.        Lain-lain, menjadi anak angkat, dirawat di rumah sakit, kehilangan orang tua, dan lain sebagainya.
Sebagaimana telah disebutkan di muka, maka anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sebagaimana diuraikan di atas, maka resiko untuk berkepribadian anti soial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/maja yang dibesarkan dalam keluarga yang sehat/harmonis (sakinah).


























BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN

Perkembangan Pribadi Remaja
Kehidupan pribadi seorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki ciri khusus dan unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan aspek tersebut adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya, yang meliputi:
Beberapa Kondisi yang mempengaruhi konsep diri remaja:
a.       Usia Kematangan
b.      Penampilan Diri
c.       Nama dan Julukan.
d.      Kepatutan Seks
e.       Hubungan Keluarga
f.       Teman Sebaya
g.      Kreativitas
h.      Cita-cita

Perkembangan Karir Remaja

Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya , baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Kehidupan berkarier adalah pengalaman seseorang yang telah memasuki dunia kerja sedang menurut Garrison (1956) menyatakan bahwa setiap tahun jutaan pemuda dan pemudi memasuki dunia kerja yang mana peristiwa itu merupakan awal ia terjun ke dunia kerja dan penanda dimulainya kehidupan karier bagi mereka.



Perkembangan Berkeluarga Remaja

Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan, dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah).
2.      SARAN
Untuk Meningkat kan kualitas diri seorang remaja sebaiknya kita memberikan asupan nilai-nilai kebaikan dari lingkungan luarm seperti orang tua.
hendak nya sebagai orang tua jangan terlalau sibun dengan urusan kerja, karena remaja pada umum nya sangat membutuh kan peranan orang tua, dan kita tidak boleh mendeskriminasi remaja kaena setiap remaja memiliki perbedaan maik secara intelektual dan lainnya











Daftar Pustaka
Anonim.2012.Perkembangan pribadi rermajahttp://berandapsikologi.blogspot.com/2011/12/
perkembangan-kepribadian-remaja.html\
Anonim.2010.Proses perkembangan karir bagiremaja.http://zeithmind.blogspot.com/2010
/11/proses-perkembangan-karir-bagi-remaja.html
Nadia.2010. perkembangankehidupan pribadi pendidikan karir dan kehidupan berkeluarga
http://saiyanadia.wordpress.com/2010/11/20/tugas-perkembangan-kehidupan-pribadi-pendidikan-dan-karier-dan-kehidupan-berkeluarga/


No comments:

Post a Comment